Mode Daring
Data dikirim ke cloud, model SVM memberi klasifikasi mutu lengkap dengan rekomendasi tindak lanjut dan harga pasar. Ditampilkan di dashboard platform SaClay.
WiFi · SVM cloud · DashboardCARA KERJA
SaClay adalah evolusi aktif dari claypot tradisional — dikembangkan tim mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta — yang menggabungkan fisika pendinginan evaporatif dengan sensor dan machine learning, dirancang untuk iklim lembap Indonesia.
Ketika air menguap dari permukaan basah, panas diserap dari udara sekitar sehingga suhu turun. Inilah dasar kerja SaClay.
Batas pendinginan ditentukan oleh suhu bola basah (wet-bulb temperature), yaitu titik di mana udara jenuh air dan tak bisa menguapkan lebih banyak. Di iklim tropis dengan RH 70–90%, ini setara penurunan sekitar 2–5°C di bawah suhu lingkungan.
Bukan sedingin kulkas, tapi cukup memperlambat respirasi cabai dan aman dari chilling injury yang mengintai di suhu <10°C.
SaClay memakai konfigurasi pot-in-pot. Pasir silika di celah antar pot menjadi media evaporasi dengan kapilaritas merata. Di ruang simpan, kantong adsorpsi menyerap kelebihan kondensasi dan gas pembusukan.
Porositas mikro tanah liat memungkinkan distribusi air dan sirkulasi udara alami di seluruh profil pot, sesuatu yang tak bisa dilakukan kontainer plastik.
Terinspirasi sistem pot-in-pot Mohammed Bah Abba yang disempurnakan jadi sistem aktif untuk iklim lembap.
SaClay tidak hanya mengandalkan evaporasi pasif. Dua kipas DC 40mm dikendalikan via PWM untuk memaksa udara bergerak melalui rongga pasir silika, menggunakan prinsip yang sama dengan induced draft cooling tower.
Penelitian menunjukkan setiap kenaikan 1 m/s kecepatan udara meningkatkan kapasitas pendinginan sebesar 4,43 W/m² (Kassie et al., 2025). Kipas aktif secara adaptif berdasarkan pembacaan sensor kelembaban, bukan jadwal tetap.
Bekerja simultan memantau kondisi ruang simpan. SGP30 adalah kunci deteksi dini karena lonjakan TVOC terbaca jauh sebelum kerusakan terlihat mata.
| Sensor | Parameter | Fungsi |
|---|---|---|
| DHT22 | Suhu & RH | Monitor mikroklimat ruang simpan |
| SGP30 | TVOC & eCO2 | Deteksi senyawa volatil indikator pembusukan |
| Capacitive Soil | Kadar air pasir | Kendali kipas, pastikan evaporasi optimal |
Data ketiga sensor masuk ke model Support Vector Machine yang dilatih dari 20.160 titik data, hasil observasi 30 sampel cabai selama 7 hari dengan pencatatan tiap 15 menit.
| Kelas | Status | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Kelas 1 | Segar | Siap dijual langsung |
| Kelas 2 | Mutu menurun | Segera olah: cabai kering, bubuk, atau pasta |
| Kelas 3 | Tidak layak konsumsi | Proses fermentasi: sambal terasi, acar |
f(Suhu, RH, TVOC, eCO2) → Kelas mutu
Data dikirim ke cloud, model SVM memberi klasifikasi mutu lengkap dengan rekomendasi tindak lanjut dan harga pasar. Ditampilkan di dashboard platform SaClay.
WiFi · SVM cloud · DashboardJika internet tak tersedia, ESP32 menjalankan aturan ambang batas yang diturunkan dari pola SVM. Status mutu tetap muncul di layar OLED lokal.
Threshold ESP32 · OLED lokalBukan sekadar backup. Kemandirian energi adalah syarat desain dari awal.
| Panel surya | 20Wp polikristalin · Vmp 18V |
| Charge controller | PWM 10A 12V |
| Baterai | LiFePO4 4S1P 12V 6Ah · BMS 30A |
| Konversi | Buck 12.8V → 5V |
| Otonomi | ~15 hari tanpa matahari |
Kalkulasi energi menunjukkan surplus daya harian yang signifikan. Cocok untuk kebun di daerah terpencil tanpa jaringan listrik.
Ya. Mode luring berjalan penuh di ESP32 dengan aturan ambang batas. Petani bisa melihat status mutu di layar OLED meski tidak ada sinyal internet.
Target akurasi minimal 85% (target proposal). Berdasarkan desain pipeline dengan RBF kernel dan Grid Search 5-fold CV, proyeksi mencapai sekitar 95,6%.
Kulkas konvensional (<10°C) berisiko menyebabkan chilling injury pada cabai. SaClay beroperasi di kisaran suhu yang lebih aman untuk cabai dan tidak butuh listrik PLN.
Porositas mikro tanah liat memungkinkan distribusi air dan sirkulasi udara alami di seluruh profil pot. Plastik tidak bisa melakukan ini.
Tidak. Sistem beradaptasi dengan kondisi aktual. Yang perlu diperhatikan hanya memastikan pasir silika dalam kondisi lembap sebagai media evaporasi.
Tim mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dari Teknik Kimia dan Informatika dalam skema PKM-KC 2026.